NEGERI SYAHADAH

Posted by: administrasiin Bidang Sosial
4
Jan

Tatap ribuan pula jutaan pasang tertuju kesana,
Disatu titik yang menghimpun laksa nyanyian surga
Mewangi tak ada rupa
Hingga sekiranya terpana
Jiwa-jiwa yang tergores izzah syahadah

Dan kau..
telah membuka pintu-pintu
Di setiap hati perindu keabadian
Melangkah tegak, kidungkan kesyahidan

Derap itu kian merancak
Berbaris teratur, yang kian tak surut
Melaju, berhimpun, bergerak
melantakkan kekerdilan insan

Yah.. semua kini mulai beranjak
Tak cemaskan apa yang harus tertinggal
Karna Allah tlah bawa mereka ke sana
Negeri syahadah

KAYLA SAJIDA

untuk konfirmasi infaq palestin, silahkan kirim email ke shintalifa@yahoo.com atau alisyah@softbank.ne.jp

Bukan Sembarang Ayah

Posted by: sekumin Uncategorized
4
Jan

Tidak ada yang meragukan pentingnya peran ibu dalam pendidikan anak-anaknya, kasih sayang dan perhatian dari seorang Ibu mempunyai pengaruh yang besar pada kepribadian anak. Perhatian dan kasih sayang tersebut akan menimbulkan perasaan di terima dalam diri anak-anak dan membangkitkan rasa percaya diri di masa-masa pertumbuhan mereka.

 

Di lain pihak, bila kita membicarakan peran ayah dalam pendidikan seorang anak, timbul pendapat yang berbeda-beda dalam perspektif masyarakat kita, khususnya masyarakat muslim. Ada yang berpendapat bahwa pengasuhan dan pendidikan anak adalah peran utama seorang ibu, sementara ayah cukup memenuhi kebutuhan materi sang anak saja, dan menyibukkan diri dengan dunia kerja.

 

Ada juga yang cukup menyisihkan hari-hari liburnya untuk keluarga secara umum, meskipun tidak khusus menyediakan waktu untuk anak. Nah, sekarang, bagaimana pandangan Islam tentang peran ayah dalam pengasuhan anak ini? Dan bagaimana hasil-hasil penelitian mutakhir tentang bagaimana seharusnya peran seorang ayah dalam pendidikan anak?

 

Dalam Islam, peran mendidik anak bukan lah mutlak kewajiban seorang ibu, tetapi justeru dalam al-Qur’an banyak kisah-kisah yang menceritakan besarnya peran ayah dalam pendidikan anak. Salah satu contoh yang paling jelas adalah kisah Luqman yang sedang memberikan nasihat kepada anak-anaknya di surat Luqman (surat 31 ayat 13 dan seterusnya..).

 

Begitu juga kita bisa melihat sejarah nabi-nabi dan Rosul yang kental dengan kuatnya peran ayah dalam pendidikan mereka, seperti kisah nabi Sulaiman yang dididik oleh ayahnya, nabi Daud, khusus untuk menggantikan posisinya sebagai raja, atau Nabi Yusuf yang mendapatkan curahan kasih sayang dari Nabi Ya’kub sehingga sampai membuat iri saudara-saudaranya yang lain. Juga Rosulullah sendiri, yang meskipun ditinggal oleh ayahnya sejak dalam kandungan, tapi peran sang ayah ini tergantikan oleh kakek dan pamannya yang mengasuhnya di waktu beliau kecil dan sedikit banyak menyuburkan sifat-sifat kepemimpinan dan bakat dagang beliau setelah dewasa.

 

Tentu saja semua hal ini tidak terlepas dari tarbiyah Robbaniyyah (pendidikan langsung dari Allah) mengingat tugas-tugas mereka sebagai Nabi dan Rosul, namun dari kisah-kisah Nabi dan Rosul tersebut terlihat jelas peranan ayah dalam pendidikan putera-puteranya.

 

Di kalangan tokoh gerakan Islam, terdapat sosok Hasan Al-Banna yang menceritakan peran ayahnya dalam mendorong pengembangan potensi beliau (diantara pengaruh guru-gurunya yang lain) sehingga beliau bisa mendirikan gerakan Islam terbesar di abad ini. Seorang tokoh pergerakan Islam Indonesia, Buya Hamka, bahkan memiliki kenangan tersendiri tentang ayahnya, yang sekaligus juga gurunya, sampai-sampai beliau menuliskan buku khusus, yang berjudul : “ Ayahku: Riwayat Hidup Dr. H. Abd. Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera”.

 

Uniknya, dari semua kisah-kisah dalam Al-Qur’an, tidak ada satu pun yang khusus menyebutkan pengaruh peran ibu dalam kehidupannya secara detil melalui dialog-dialog antara ayah dan anak seperti pada kisah-kisah di atas, hatta pada nabi yang sejak kecil hanya di asuh oleh ibunya, seperti Nabi Isa dan Nabi Ismail. Begitu juga catatan tokoh-tokoh Islam terkemuka di atas, tidak terungkap peran ibu dalam mempengaruhi kepribadian mereka. Setahu penulis hanya hadis-hadist Rosulullah saja yang menegaskan pentingnya peran wanita dalam pendidikan anak-anaknya.

 

Hal ini dapat menunjukkan besarnya pengaruh peran ayah dalam perkembangan anak, bisa juga untuk menunjukkan bahwa dalam Islam, tidak ada batasan yang tegas antara peran ibu dan peran ayah dalam pendidikan anak, wallahu a’lam.Hal ini menarik untuk di kaji dan di teliti oleh para ahli agama dan psikologi abad ini.

 

Dalam penelitian-penelitian terakhir, membuktikan pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak-anaknya. John Gottman dan Joan De Claire dalam buku “Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional” mengungkapkan beberapa hasil penelitian tentang pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak-anaknya, khususnya dalam perkembangan emosional sang anak.

 

Beberapa penelitian membuktikan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan perkembangan anak laki-laki menghasilkan kesuksesan dalam persahabatan dan prestasi akademis anak, sedangkan bagi anak perempuan, membuat anak cenderung tidak longgar dalam aktivitas seksual dan lebih bisa membangun hubungan yang sehat ketika dewasa.

 

Perbedaan cara pengasuhan ayah dan ibu saat kecil juga menimbulkan efek yang berbeda pada anak-anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Anak di usia lima bulan yang mengalami hubungan positif dengan ayah, membuat ia lebih nyaman dan lebih sedikit menangis ketika berada di antara orang dewasa yang asing baginya, dibanding anak yang tidak memiliki hubungan positif dengan sang ayah.

 

Dalam buku itu juga disebutkan, gaya pengasuhan ayah yang cenderung lebih pada permainan fisik seperti mengayun-ayun, mengangkat dan menggelitik menghasilkan roller coaster emosi yang menolong anak mempelajari emosi-emosi takut dan senang serta memperhatikan reaksi sang ayah ketika ia mengungkapkan perasaannya melalui jeritan dan tawanya. Anak juga belajar bagaimana menenangkan kembali emosinya di saat permainan tersebut selesai. Selain itu juga terungkap, anak-anak yang memiliki hubungan positif dan menyenangkan dengan sang ayah cenderung lebih populer dibandingkan anak-anak yang tidak memiliki hubungan tersebut.

 

Dari sumber-sumber di atas jelaslah pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak. Sayangnya, saat ini, hanya sedikit para ayah yang mau dan bersedia menyediakan waktunya khusus untuk pendidikan anak, terutama bagi para mahasiswa dan pekerja yang tinggal di Jepang, mungkin bisa dihitung berapa banyak waktu yang tersisa untuk pendidikan anak-anaknya. Kebanyakan peran tersebut berada di tangan para ibu yang punya lebih banyak waktu untuk berada di rumah dibandingkan dengan sang ayah.

 

Berikut ini ada beberapa saran bagi para ayah yang ingin terlibat dalam pendidikan anak-anaknya, yaitu:

1.      Bagi yang belum beristeri, peran utamanya adalah mencarikan calon ibu yang sholihah sebagai madrasah pertama untuk pendidikan anak-anaknya. Sedangkan bagi yang sudah menjalani bahtera rumah tangga,  perannya tentu menjadikan sang Isteri lebih sholihat dari waktu ke waktu agar mampu mendidik anak-anaknya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

2.      Terlibat dalam perawatan anak sejak masa kehamilan. Hal ini penting untuk mengenal lebih dalam karakter dan kebiasaan yang di bawa oleh anak-anak sejak dini.

3.      Belajar untuk mengelola emosi untuk menghadapi tingkah laku anak. Sering kali sang ayah kesulitan menghadapi tingkah laku yang tidak terduga dari anak, misalnya suka berganti-ganti keinginan dalam satu waktu, atau tidak sabar ketika menginginkan sesuatu. Untuk kondisi seperti ini dibutuhkan pengelolaan emosi yang baik agar anak-anak tetap merasa nyaman berada bersama sang ayah.

4.      Menyediakan waktu yang cukup untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pribadi setiap anak. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, dan untuk menguatkan hubungan antara ayah dengan anak, diperlukan waktu khusus untuk memenuhi kebutuhan setiap anak.

5.      Banyak beramal sholih yang bisa dijadikan contoh oleh anak dan bisa menjadi jaminan memperoleh syurga bagi ayah, ibu serta seluruh keturunannya.

 

Tentu saja tantangan terberat bagi ayah yang ingin terlibat dalam pendidikan anak-anaknya adalah bagaimana mempertahankan motivasi tersebut agar bisa tetap terlibat terus menerus dalam pendidikan anak-anak sampai mereka dewasa. Dan hal ini tidak boleh dikalahkan oleh kesibukan bekerja atau aktivitas lain baik di dalam rumah, maupun di luar rumah.

 

Semoga tulisan ini bisa menjadi pemicu bagi para ayah untuk lebih terlibat langsung dalam pendidikan anak-anaknya.

 

 

               

 

Sumber:

1.      Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya

2.      Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid, Cara Nabi Mendidik Anak

3.      John Gottman dan Joan De Claire, Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional

4.      Al Imam As-Syahid Hasan Al-Banna, Memoar Hasan al-Banna

5.      Solichin Salam dkk, Kenang-kenangan 70 tahun Buya Hamka

 

 

Penerimaan Dana Qurban 1428H

Posted by: bendaharain Bidang Sosial
7
Dec

Assalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuuh

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalammin. Segala puji bagi Allah yang tiada
henti melimpahkan rahmat dan anugrah-Nya pada kita semua. Shakawat
dan salam senantiasa kita sampaikan pada junjunan kita Nabu Besar
Muhammada Saw.

Sahabat Fahima yang dirahmati Allah Swt. Semoga semua dalam keadaan
genki, sehat wal’afiat di tengah musim dingin yang kadang memerlukan
penjagaan ektsra.

Akhir pekan ini kita sudah memasuki awal bulan Dzulhijah 1428H.
Seperti kita ketahui bulan Dzulhijah ini merupakan bulan ibadah
untuk berqurban.
InsyaAllah Fahima bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia (RZI),
dan dengan lembaga lain yang dapat dipercaya (amanah,) akan
menyalurkan dana qurban dari sahabat fahima untuk bisa disalurkan
seoptimal mungkin bagi kemaslahatan umat di seluruh pelosok tanah
air.

Dana qurban ini mulai dibuka hari ini sampai dengan H+1 ( 9 Desember
2008). Pelaksanaan Qurban sendiri sampai dengan H+3 (11 Desember
2008) yang masih merupakan hari tasyrik, hari penyembelihan hewan
qurban.

Berikut harga hewan qurban yang ditawarkan:
1. Qurban Kambing, Rp 850.000/ekor (7800 yen)
2. Qurban Sapi; Rp 7.500.000/ekor (68.250yen/ekor, atau untuk
perorang: 9.750yen/org)

Transfer bisa dilakukan melalui rekening Bendahara Fahima:

an. Sri Yayu Indriyani Rochandi
Bank Pos.
No Rek. 10210- 70260271

Demikian Pemberitahuan dari kami.
Jazakumullaah khairaan katsiiraa

Mohon maaf atas keterlambatan pengumumannya.

an. Bid. Sosial Fahima

Sahabat…..
Pornografi dan pornoaksi sudah menyelimuti kehidupan kita.
Pornografi dan pornoaksi telah merusak fikir dan moral generasi bangsa.
Pornografi dan pornoaksi akan menghancurkan peradaban dunia

Akankah kita diam seribu basa?
Tetapkah kita berpangku tangan?
Melihat kondisi bangsa yang melemah kekuatan moralnya.

Terhadap hal ini, segenap anak bangsa ditantang untuk memilih dua pilihan.
Tetap mengusung pornografi atau menegakkan peradaban.
Lalu sejauh manakah peran serta media dan pemilik kebijakan?
Dan bagaimana pula Islam memandang hal tersebut?

Sahabat……..
Mari bersama kita kaji lebih mendalam tentang pentingnya UU Pornografi pada acara:
Taujih OnLine Fahima yang bertemakan:

Pornografi dan Peradaban
                                                      
Pembicara: Heru Sustyo
                                                  
Hari: Rabu, 26 November 2008
                        
Waktu: 20.30-22.30 JST/18.30-20.30 WIB
                                        
Tempat: http://www.radiotarbiyah.net/listen.pls

Untuk tanya jawab, silahkan add id : divisi_dakwah

4 Tahun Fahima

Posted by: in Biro Humas
13
Oct

Alhamdulillah, saat ini Fahima ( Forum Silaturahim Muslimah ) Jepang telah memasuki usianya yang keempat pada tanggal 8 Juni 2008.

Fahima selama 4 tahun ini berusaha memfasilitasi para anggotanya untuk bersilaturahim, berbagi ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat serta bekerjasama dalam hal kebaikan dan kesabaran melalui program-program nya.

Yang semuanya itu semoga dilakukan dalam rangka beribadah kepada Allah untuk mencari keridhaan-Nya.

Semoga melalui Fahima, potensi kaum perempuan bisa lebih berdaya sehingga nantinya bisa turut aktif dalam usaha-usaha perbaikan kondisi sosial masyarakat sebagai bentuk konstribusinya kepada keluarga, masyarakat dan negara.
 
Tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna.

Mohon maaf jika selama ini program-program yang dilaksanakan Fahima belum bisa memenuhi harapan anggota Fahima.

Semoga ditahun-tahun mendatang serta dikepengurusan selanjutnya program fahima untuk para anggotanya bisa lebih ditingkatkan lagi.

Terima kasih atas kebersamaan Sahabat Fahima selama 4 Tahun ini.

Pengurus Fahima 2008-2010

Posted by: in admin
11
Oct

Susunan Kepengurusan Fahima Periode 2008-2010
(disahkan tgl 11 September 2008)

Dewan Penasehat : 
Sylvia Paramita, S.E
Indit Widhijaningrum, M.Eng

Ketua : Ulya Zulmadjdi, S.E
Sekretaris Umum : Hifizah Nur, S.Psi
Bendahara Umum : Sri Yayu Indriyani R. S.T

Baca selengkapnya »

Selamat Idul Fitri 1429 H

Posted by: in admin
11
Oct

 Fahima  mengucapkan:

    Selamat Idul Fitri 1429 H

Ied Mubarrok,
TaqabbaAllahu minna wa minkum,
Shiyaamana wa shiyaamakum,
Kulu ‘aamin wa antum bi khoir.

 
Semoga kita menjadi hamba yang lebih bertaqwa
setelah melalui Ramadhan tahun ini… amiin.

Selamat Datang

Posted by: in admin
11
Oct

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Selamat datang di Rumah Fahima yang baru.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatu